Selamat Hari Guru, dan Jadilah Guru Profesional yang Berkarakter

Setiap tanggal 25 November 2010, para guru berulang tahun. Ulang tahun yang usianya sama dengan ulang tahun kemerdekaan negera republik Indonesia. Artinya, sudah 65 tahun perayaan ulang tahun guru rutin setiap tahun diselenggarakan. Kebetulan tanggal itu adalah tanggal dimana Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dibentuk. Tentu kita berharap banyak kepada organisasi PGRI di hari ulang tahunnya yang ke-65 ini.

Dengan usianya yang sudah masuk usia manusia lanjut usia (manula), seharusnya PGRI sudah semakin bijaksana, dan mampu menjalankan program kerjanya yang berpihak kepada peningkatan kinerja guru untuk menjadi guru profesional. Bukan hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Sebab guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya.  Bila guru tak memiliki karakter yang baik, maka akan jadi apa para peserta didiknya kelak. Bisa jadi, gayus-gayus baru akan bermunculan di negeri ajaib ini.

Hal itulah yang terjadi saat ini. Korupsi begitu merajalela. Kejujuran dan Kepeduliannampaknya menjadi sesuatu yang langka dimiliki oleh para pendidik. Demi sebuah prestise menjadi guru profesional, banyak oknum guru yang  menanggalkan kejujurannya, hanya demiselembar sertifikat guru profesional. Kepedulian kepada sesama gurupun sudah mulai pudar, dimana kolaborasi guru dalam melakukan kegiatan ilmiah seolah-olah hilang ditelan bumi. Hanya sedikit sekali guru yang mampu membuat dan menulis karya tulisnya sendiri.

Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru. Banyak masyarakat yang merisaukan aneka pelanggaran itu, tetapi program sertifikasi terus saja melaju atas nama pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan. Kita pun hanya bisa mengurut dada, sebab kasus plagiasi masih terus terjadi, dan itu masih dilakukan oleh mereka yang bernama guru.

Tentu kita berharap ada perbaikan terus menerus dalam sistem sertifikasi guru yang menguntungkan para guru itu sendiri. Sebab tujuan sertifikasi itu sendiri sangat mulia, dimana harkat dan martabat guru ditingkatkan dan profesi guru diakui sama dan sejajar dengan profesi lainnya. Disamping kesejahteraan guru ditingkatkan, profesionalisme guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

PGRI sebagai induk organisasi yang mengayomi para guru, harus mampu berkiprah lebih baik lagi dalam melaksanakan program kerjanya. Sebab sampai saat ini, PGRI terkesan hanya milik elit tertentu, dan pengurusnya kurang membumi. Sehingga wajar banyak guru yang tak merasa memiliki induk organisasi seperti PGRI. Bahkan terdengar kabar ada pengurus PGRI yang tak mau dilengserkan padahal kinerjanya sama sekali tak ada.

Mereka-mereka yang tak puas degan kinerja PGRI akhirnya membentuk organisasi baru yang dibentuk bukan untuk menyayingi PGRI, tetapi menjadi mitra PGRI agar kualitas dan kompetensi guru menjadi lebih baik lagi dengan mengadakan berbagai pelatihan guru. Diantara organisasi itu adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diketui oleh Satria Darma dengan sekjennya Mohammad Ihsan.

IGI telah mampu membuktikan diri untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme guru, dan menjadikan guru berkarakter. Semua program kerja IGI telah didukung oleh kementrian pendidikan nasional, disambut baik oleh menteri pendidikan nasional, Prof. Dr. Moh. Nuh.

Sebagai seorang guru, tentu saya banyak terlibat dalam kegiatan IGI ini, dan saya merasakan benar kehadiran IGI telah membawa warna baru bagi dunia pendidikan kita, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu profesional di bidang mata pelajaran yang diampunya.

Hal ini tentu membuat para guru senang, dan berbondong-bondong untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh IGI selalu ramai dipenuhi oleh para guru, dan mereka sangat antusias  dengan program-program IGI yang berpihak kepada peningkatan mutu pembelajaran.

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari ulang tahun buat para guru di Indonesia. Jadilah guru profesional yang berkarakter dan benahi karakter bangsa melalui pendidikan. Kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakter yang membawa peserta didik menjadi cerdas dan berakhlak mulia.

 

Dipublikasi di Guru | Tinggalkan komentar

Kajian Mengenai Proses Pembelajaran Siswa

Ketika kita mendengar kata belajar pasti langsung berpikir tentang sekolah dan pelajaran.namun belajar dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun kita berada.Belajar adalah proses aktivitas atau pengalaman yang memberikan perubahan ke arah yang lebih maju dan menghasilkan perubahan pengetahuan,perilaku dan pribadi yang bersifat permanen. Suatu perbuatan dikatakan sebagai proses belajar apabila memenuhi kriteria sebagai berikut, Pertama, perubahan yang terjadi harus bertujuan disengaja atau sadar.Kedua, perubahan itu bersifat positif ke arah yang lebih baik. Ketiga, hasil dari pengalaman yaitu interaksi antara individu dengan orang lain atau lingkungan. Sedangkan perubahan yang diakibatkan karena kematangan itu tidak dapat dikatakan sebagai belajar. Keempat, perubahan itu bersifat efektif.

Prinsip Belajar

Prinsip belajar adalah konsep-konsep yang harus diterapkan didalam proses belajar mengajar . Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila ia dapat menerapkan cara mengajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip orang belajar.Beberapa prinsip belajar diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

Yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness ialah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar.kesiapan murid sangat berpengaruh terhadap proses belajar.Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan. Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahu ini didorong dan bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk semua anak.

3. Prinsip Persepsi

Persepsi adalah interpretasi tentang situasi yang hidup yang mempengaruhi perilaku individu. Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.jika seorang guru peka terhadap bagaimana cara seseorang melihat suatu situasi tertentu,maka guru tersebut dapat memahami siswanya dengan baik.

4. Prinsip Tujuan

Tujuan ialah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang. Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh para pelajar pada saat proses belajar terjadi.

5. Prinsip perbedaan individual.

Proses pengajaran seyogyanya memperhatikan perbedaan indiviadual dalam kelas sehingga dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar yang setinggi-tingginya. Seorang guru perlu memperhatikan latar belakang, emosi, dorongan dan kemampuan individu dan menyesuaikan materi pelajaran dan tugas-tugas belajar kepada aspek-aspek tersebut.

6. Prinsip Transfer dan Retensi.

Belajar dianggap bermanfaat bila seseorang dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru.

7. Prinsip Belajar Kognitif.

Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi merupakan aktivitas mental yang berkaitan dengan proses belajar kognitif.

8. Prinsip Belajar Afektif

Proses belajar afektif seseorang menentukn bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap.

9. Prinsip Evaluasi

Pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.Evaluasi mencakup kesadaran individu mengenai penampilan, motivasi belajar dan kesiapan untuk belajar. Individu yang berinteraksi dengan yang lain pada dasarnya ia mengkaji pengalaman belajarnya dan hal ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemampuannya untuk menilai pengalamannya.

 

Belajar sebagai proses Terpadu

Belajar juga dikatakan sebagai proses terpadu, ini berarti proses yang menyangkut semua aspek yaitu meliputi aspek fisik, sosial, emosional, intelektual dan moral dapat terlibat secara aktif ketika kegiatan belajar itu sedang berlangsung.

Pertama, belajar membantu individu untuk mencapai pertubuhan dan perkembangan secara utuh, untuk memenuhi semua kebutuhan dirinya. Kedua, belajar sebagai aktivitas untuk memperoleh pengalaman yang ada di lingkungannya sehingga individu dapat mengapresiasikan pengalaman itu sebagai subyek belajar. Ketiga, belajar yang menuntut adanya keterlibatan siswa secara aktif dan intensif.Keempat,mendorong siswa untuk belajar terus menerus, artinya siswa tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga memproses informasi tersebut sehingga belajar itu tidak pernah berakhir.

Proses Psikologis Belajar Anak

Proses psikiologis belajar anak adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dipahami. Ada beberapa teori yang berusaha memahami proses psikologis balajar anakdengan memandang keberadaan anak

a) Teori Belajar Behavioral

  1. Classical Conditioning

Classical Conditioning merupakan kemampuan menghasilkan respon terhadap stimulus baru berdasarkan pengalaman yang diperoleh sebelumnya secara berulang – ulang.

  1. Operant Conditioning

Tidak semua proses belajar manusia itu bersifat otomatis dan bertujuan. Tindakan yang dikendalikan oleh tujuan disebut operants. Proses belajar yang terlibat dalam mengunah perilaku operant disebut opernt conditioning. Perbedaan classical conditioning dan operant conditioning adalah operant conditioning selalu lebih baik daripada classical conditioning dalam menjelaskan respon otomatis, sebaliknya classical conditioning lebih baik dalam menjelakan respon yang tak otomatis. Stimulus yang menguasai perilaku dalam classical conditioning mendahului perilaku, sementara stimuls yang menguasai perilaku dalam operant conditioning mengikuti perilaku.

  1. Pembentukan Kebiasaan ( Habituation )

Pembentukan kebiasaan (habituation) adalah presentasi suatu stimulus yang teejadi berulang-ulang. yang dapat menyebabkan kurangnya perhatian terhadap stimulus. Dishabituation adalah suatu minat bayi yang terbaru terhadap suatu stimulus.

  1. Peniruan ( Imitation )

Peniruan terjadi ketika seorang anak belajar peilaku baru dengan melihat orang lain bertindak. Misalnya, anak memperhatikan seorang selebritis berperilaku tertentu maka ia meniru perilaku selebritis tersebut. Namun tidak setiap individu meniru model tersebut.

b) Teori Kognitif

  1. Perbedaan Pandangan Kognitif dan Behavioral

Pandangan kognitif meyakini bahwa pengetahuan itu dipelajari dan perubahan dalam pengeahuan atau hailnya menyebabkan adanya perubahan perilaku. Sedangkan menurut pandangan behavioristik perilaku itu sendiri yang dipelajari.

  1. Pengetahuan dan Pandangan Kognitif

Pengetahuan adalah hasil belajar,dengan belajar kita akan megetahui sesuatu yang baru. Pendekatan kognitif menyarankan bahwa salah satu elemen yang sangat penting alam proses belajar adalah apa yang individu bawa ke dalam situasi belajar.

  1. Teori Perkembangan Kognitif

Perkembangan ini memandang bahwa pikiran itu lebih penting. Sebagai mediator hubungan lingkungan dan perilaku, maka dari itu pikiran sebagai fous sentral pada perkembangan pada perilaku anak. Beberapa hal penting yang perlu dipahami yaitu proses, adaptasi ( assimilasi dan akomodasi), organisasi dan keseimbanganAnak-anak secar kognitif harus mengorganisir pengalamanya dengan mengelompokan perilaku terpisah ke dalam suatu aturan yang lebih tinggi. Anak –anak mencapai keseimbangan pikiran ketika mereka mengalami konflik dalam mencoba memahami sesuatu akhirnya dapat memecahkan konflik tersebut.

  1. Pemrosesan Informasi

Pendekatan pemrosesan informasi adalah suatu kerangka dasar untuk memahami cara anak untuk belajar dan berpikir.Dua proses dasar yang diperlukan bagi anak untuk memproses informasi tentang dunianya yaitu perhatian(konsentrasi)dan ingatan.

Tiga hal penting dalam proses kognitif tingkat tinggi yaitu pemecahan masalah, pemantauan kognitif dan berpikir kritis.

Implikasi Proses Pembelajaran Anak terhadap Pengembangan Kegiatan Belajar mengajar

Proses belajar harus diorientasikan pada semua aspek individu, kurikulum yang dapat mengembangkan semua bidang pengembangan seperti fisik, emosi, sosial, dan kognitif dan yang lebih penting adalah adanya kejelasan tentang kesesuaian antara isi kurikulum usia dan tingkat kemampuan anak.

Guru diharapkan selalu siap memposisikan dirinya sebagai fasilitator dan motivator, bukan sebagai satu – satunya yang berkuasa di kelas. Dengan peran tersebut siswa tetap asik dalam kegiatan belajar sehingga mudah dalam memecahkan persoalan dan belajar untuk tidak bergantung pada orang lain. Kesempatan seluas luasnya hendaknya diberikan kepada anak untuk terlibat dalam kegiatan yang melibatkan seluruh aspek bidang studi pengembangan seperti mental, fisik, social dan moral siswa sehingga guru hendaknya menyiapkan materi yang kaya akan variasi kegiatan

Guru hendaknya terus menerus melakukan pemantauan secara langsung di kelas maupun di luar kelas untuk menjaga efektivitas pembelajaran. Hal itu dapat memantau siswa sehingga bermanfaat untuk pengembangan program, sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.

 

Dipublikasi di Pendidikan | Tinggalkan komentar

Kota Tua Banten Lama

Kota Tua Banten Lama adalah situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten. Terletak relatif tidak jauh dari kota Jakarta, sehingga perjalanan dapat dilakukan sehari penuh tanpa perlu menginap.

Mencapai Kota Tua Banten Lama dapat ditempuh sekitar dua jam dari Jakarta. Keluar dari pintu tol Serang Timur, belok kanan, sekitar 11 km kemudian kita akan mencapai Banten Lama.

Setelah kami memarkir mobil di area parkir yang dikelilingi warung-warung kecil, kami menuju ke sebuah situs yang bernama Benteng Surosowan. Dinding benteng dengan konstruksi batu bata merah dengan campuran kapur itu terlihat megah, rupanya ia masih menyimpan sisa-sisa kejayaan masa lampau. Situs ini dikelilingi oleh pasar yang dikelola oleh penduduk, sehingga kami harus berputar-putar dahulu untuk mencari gerbang masuk ke dalam benteng tersebut.

Rentetan keluh kesah mulai bermunculan lagi saat kami mendapati gerbang besi ke dalam benteng tersebut terkunci!

Melihat beberapa orang penduduk memanjat dinding benteng tersebut, salah seorang di antara kami pun turut memanjat. “Wah isi dalam bentengnya bagus!” serunya setelah berhasil mencapai atas dinding benteng. Tapi sisa dari rombongan pun hanya tersenyum simpul, karena meragukan kemampuan masing-masing dalam “pemanjatan ilegal” tersebut.

Salah seorang lainnya mengusulkan untuk melihat-lihat ke dalam Museum Kepurbakalaan Banten Lama, yang terletak tepat di depan Benteng Surosowan, sekaligus mencari guide yang mungkin dapat membantu kami dalam menjelaskan sejarah peninggalan Kerajaan Islam Banten tersebut.

Museum Kepurbakalaan Banten Lama
Tarif masuk ke dalam museum hanya Rp 1.000 per orang. Di museum ini kami berkenalan dengan Pak Slamet, yang selanjutnya menjadi teman perjalanan kami dalam menyusuri jejak sejarah Kerajaan Islam Banten. Pak Slamet sebagai guide dengan sabar menjelaskan secara rinci sejarah Kerajaan Islam Banten dengan menunjukkan foto-foto dan alat peraga yang terdapat di dalam museum.

Saya menatap ke sekeliling, dan merasa agak kecewa karena museum tersebut tampak kurang menggugah dan kurang menarik. Benda-benda sejarah yang dipajang tampak berdebu dan terlihat kurang terawat. Seorang teman berceletuk, seharusnya museum ini dapat dijadikan lebih menarik apabila dibuat semacam alat peraga visual yang menjelaskan secara jelas beserta bukti otentik mengenai wujud bangunan keraton pada masa itu.

Dari beberapa sumber yang telah saya baca, ternyata memang sejarah Kerajaan Islam Banten sejak abad 16 hingga abad 19 belum terkuak secara detail hingga saat ini. Potongan-potongan sejarah Kerajaan Islam Banten masih ditelusuri dan dikumpulkan oleh para sejarawan sampai detik ini.

Tapi secara keseluruhan, setidaknya museum tersebut telah memberikan gambaran secara garis besar akan sejarah dan kehidupan sehari-hari penduduk Kerajaan Islam Banten pada masa silam.

Situs Keraton Surosowan
Tak terasa akhirnya tur di dalam museum berakhir. Sekarang saatnya tur yang sesungguhnya! Keluar dari museum secara reflek saya langsung mendongak ke arah langit dan takjub mendapati awan kelabu mulai bergerak ke arah barat. Langit biru mulai terlihat di balik awan mendung. Karena habis gerimis, angin terasa lebih sejuk dibandingkan saat kami baru datang.

Dengan sumringah kami menuju Benteng Surosowan. Dan ternyata Pak Slamet dititipi kunci oleh penjaga museum, dan akhirnya kami pun berhasil masuk ke dalam benteng! Yippy!

Begitu gerbang dibuka, kami melihat sisa reruntuhan Keraton Surosowan di dalam benteng. Walaupun berupa reruntuhan, tumpukan batu bata merah dan batu karang tersebut masih tampak membentuk sebuah bangunan keraton.

Dari beberapa sumber, disebutkan bahwa reruntuhan keraton seluas sekitar 3,5 hektar ini dulunya merupakan tempat tinggal para sultan Banten yang dibangun pada tahun 1552. Benteng ini kemudian dihancurkan Belanda pada saat Kerajaan Islam Banten di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1680 berperang melawan penjajah Belanda. Keraton ini sempat diperbaiki namun kemudian dihancurkan kembali pada tahun 1813, karena pada saat itu sultan terakhir Kerajaan Islam Banten, Sultan Rafiudin, tak mau tunduk kepada Belanda.

Menurut Pak Slamet, dulu situs ini hanya tertutup gundukan tanah, hingga kemudian mulai digali dan dipugar kembali pada sekitar tahun 1970-an. Hingga kemudian perlahan-lahan tampak sisa-sisa reruntuhan keraton tersebut.

Masjid Agung Banten
Setelah makan siang di warung dekat museum, kami mampir ke Masjid Agung Banten untuk sholat. Terlihat berbagai macam pedagang bebas berjualan di dalam masjid. Sayangnya, di sini berulangkali kami dimintai sumbangan “tak resmi”, sehingga akhirnya mengganggu kenyamanan para pengunjung yang ingin beribadah.

Situs Istana Keraton Kaibon
Selesai beribadah dan foto-foto sebentar di depan Menara Masjid, kami bertolak ke sisa peninggalan Istana Kaibon, tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda Sultan Syaifudin. Reruntuhan ini masih terlihat (agak) lengkap membentuk sebuah istana keraton. Di samping istana ini terdapat kanal dan pepohonan besar, saya bayangkan pasti dahulunya istana ini bagus dan indah sekali. Namun lagi-lagi, istana ini pun dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1832, akibat peperangan antara Kerajaan Banten dan Belanda pada saat itu.

Tujuan selanjutnya adalah ke Vihara Avalokitesvara. Menurut salah satu sumber, vihara ini merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia. Keberadaan vihara ini diyakini merupakan bukti bahwa pada saat itu penganut agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa konflik yang berarti. Sungguh menarik.

Di dalam vihara ini sendiri terasa sejuk karena banyak pepohonan rindang, dan terdapat tempat duduk yang nyaman untuk beristirahat. Pak Slamet bercerita bahwa di selasar koridor vihara yang menghubungkan bangunan satu dengan yang lainnya ini terdapat relief cerita hikayat Ular Putih, yang dilukis dengan berwarna-warni sebagai elemen estetis.

Benteng Spellwijk
Puas berkeliling di dalam vihara, kami menuju benteng Spellwijk yang terletak tepat di depan vihara ini. Dan di depan vihara ini pula terdapat kedai es kelapa muda yang menggiurkan, sayangnya kami tak sempat mencicipi karena terdesak oleh waktu.

Dahulunya Benteng Spellwijk digunakan sebagai menara pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda dan sekaligus berfungsi sebagai penyimpanan meriam-meriam serta alat pertahanan lainnya, namun pada saat ini digunakan hanya sebagai lapangan bola oleh para penduduk. Di sana kami diajak Pak Slamet untuk masuk dan mengamati sebuah terowongan yang katanya terhubung dengan Keraton Surosowan.

Di dalam kawasan benteng ini kami harus berjalan dengan hati-hati, karena terdapat banyak “peninggalan” kambing-kambing ternak yang dibiarkan bebas merumput di sana.

 

Dipublikasi di Pariwisata | Tinggalkan komentar

Sekilas Tentang STKIP Banten

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten, disingkat STKIP Banten, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terdapat di Serang, Banten, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Tangerang di Banten.

STKIP Banten adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terdaftar di Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

 

Sejarah

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Banten berdiri pada tanggal 08 Januari 2007 dibawah naungan Yayasan Pendidikan Insan Aqilah (YPIA) dengan SK. DIKTI : NO. 16/D/O/2007. Pada bulan April 2010 program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memperoleh status akreditasi peringkat “C” dengan SK Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi Nomor. 002/BAN-PT/AK-XIII/S1/IV/2010.

 

Kampus

STKIP Banten mempunyai beberapa kampus di Provinsi Banten, yaitu :

  • Serang
  • Tangerang

 

Program Studi

Program studi di STKIP Banten adalah :

  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
  • Pendidikan Bahasa Inggris

 

Jaket almamater

Jaket almamater STKIP Banten memiliki warna dasar hijau toska dengan gambar lambang STKIP Banten yang terpasang di dada sebelah kiri.

 

Unit Kegiatan Mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat Kampus yang fungsinya menampung berbagai minat dan bakat dari para mahasiswa STKIP Banten. Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut antara lain:

  • Paduan Suara Harmoni Nusantara
  • Lembaga Dakwah Kampus As Salam
  • Futsal
  • Bulu tangkis

 

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Masjid
  • Lapangan Olahraga
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Selamat Datang

Selamat datang di Blog STKIP Banten.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar